terhadap senyum manis yg hampir terlupa....
dera badai kembalikanku pada indahmu...
sesaat itu bias....
sesaat kemudian jadi harap....
kutulis puisi terindah dari sastra terbaik...
tak jadikan aku pujangga
kuberikan bunga terharum dari taman langit
kau tetap disana
tapi rasa ini pun tak punya bukti...
yg ada pun belum tentu kau terima
tapi tetap akan kuimani...
tak ada harap sebelumnya atau syukur sesudahnya....
kuhanya ingin jalani sekarang....
sekarang saja, sekarang juga...
tapi izinkan aku melangkah
Powered by ScribeFire.

No comments:
Post a Comment